Kudeta Militer: 5 Kudeta Paling Gila yang Pernah Terjadi di Dunia

Kudeta Militer: 5 Kudeta Paling Gila yang Pernah Terjadi di Dunia

Journal de la Voix – Kudeta militer emang udah jadi bagian dari sejarah dunia yang gak bisa dihindari. Dari zaman dulu sampai sekarang, banyak negara yang pernah ngalamin pergantian kekuasaan secara paksa lewat jalan militer. Biasanya, hal ini terjadi karena ketidakpuasan terhadap pemerintahan yang sedang berkuasa, konflik politik, atau tekanan sosial yang udah gak terbendung. Nah, di artikel ini kita bakal bahas 5 kudeta militer paling gila, dramatis, dan bersejarah yang pernah terjadi di dunia.

Kudeta Militer Myanmar (2021)

Kita mulai dari yang paling baru dan paling bikin heboh, yaitu kudeta militer di Myanmar tahun 2021. Awalnya, negara ini udah mulai stabil secara politik setelah sekian lama dipimpin oleh junta militer. Tapi di pemilu tahun 2020, partai Aung San Suu Kyi, yaitu NLD (National League for Democracy), menang telak. Sayangnya, militer Myanmar gak terima hasil itu dan nuduh ada kecurangan.

Tanggal 1 Februari 2021, militer langsung ambil alih kekuasaan, menangkap Aung San Suu Kyi dan tokoh politik lainnya. Internet diputus, media dibatasi, dan rakyat yang protes langsung dibungkam pakai kekerasan. Ribuan orang ditangkap, ratusan bahkan meninggal dalam demo besar-besaran. Sampai sekarang, Myanmar masih dalam krisis akibat kudeta militer ini. Dunia internasional juga bereaksi keras, tapi belum ada tanda-tanda perubahan besar.

Kudeta Militer Mesir (2013)

Kalau ngomongin kudeta militer, gak lengkap kalau gak bahas Mesir. Negara ini sebelumnya berhasil ngalamin revolusi besar tahun 2011 yang ngejatuhin Presiden Hosni Mubarak. Setelah itu, Mesir ngadain pemilu dan terpilihlah Mohamed Morsi sebagai presiden pertama yang dipilih secara demokratis.

Tapi, pemerintahannya gak berjalan mulus. Banyak rakyat kecewa karena ekonomi tetap buruk, dan kebijakan Morsi dianggap terlalu condong ke arah Islam konservatif. Akhirnya, tahun 2013, militer Mesir di bawah pimpinan Jenderal Abdel Fattah el-Sisi ambil alih kekuasaan. Morsi dilengserkan dan ditahan. Ribuan pendukungnya protes dan bentrok sama aparat.

Kudeta militer ini bikin Mesir balik lagi ke pemerintahan otoriter. Sampai sekarang, el-Sisi masih jadi presiden dan situasi politik Mesir gak sebebas dulu lagi.

Kudeta Militer Thailand (2014)

Thailand juga gak asing sama yang namanya kudeta militer. Bahkan, dalam 100 tahun terakhir, negara ini udah ngalamin lebih dari 10 kali kudeta. Yang paling baru dan cukup dramatis terjadi tahun 2014. Waktu itu, negara lagi dalam situasi kacau. Ada dua kelompok besar yang saling serang: pendukung pemerintahan dan oposisi.

Militer akhirnya turun tangan, dan seperti biasa, dengan alasan “mengamankan negara”, mereka langsung ambil alih. Pemerintahan dibubarkan, konstitusi dicabut, dan pemilu ditunda entah sampai kapan. Jenderal Prayuth Chan-ocha jadi pemimpin sementara yang akhirnya juga jadi perdana menteri.

Yang bikin kocak, walaupun udah dibilang kudeta, beberapa orang di Thailand malah tetep hidup normal kayak gak ada apa-apa. Tapi tetap aja, dalam konteks demokrasi, kudeta militer ini nunjukin bahwa kekuasaan di Thailand masih bisa digeser kapan aja oleh militer.

Kudeta Militer Chile (1973)

Kita mundur sedikit ke masa lalu. Salah satu kudeta militer paling terkenal di Amerika Selatan terjadi di Chile, tahun 1973. Waktu itu, Salvador Allende adalah presiden Chile yang dipilih secara demokratis. Dia punya visi sosialis yang cukup radikal—nasionalkan industri, bagi-bagi tanah ke petani, dan sebagainya.

Tapi kebijakan ini bikin elite ekonomi dan pihak militer gak senang. Ditambah lagi, Amerika Serikat lewat CIA diduga kuat ikut campur karena gak suka Chile jadi negara sosialis. Akhirnya, tanggal 11 September 1973, militer di bawah pimpinan Jenderal Augusto Pinochet ngekudeta pemerintahan Allende.

Allende sendiri wafat dalam gedung pemerintahan yang diserbu pasukan militer. Setelah itu, Pinochet berkuasa dengan tangan besi selama hampir dua dekade. Ribuan orang yang dianggap lawan politik ditangkap, disiksa, bahkan menghilang. Kudeta militer ini sampai sekarang masih dikenang sebagai salah satu yang paling berdarah dan brutal di dunia.

Kudeta Militer Nigeria (1983)

Nigeria, sebagai negara di Afrika yang punya sejarah panjang konflik politik, juga pernah ngalamin kudeta militer yang cukup ekstrem. Bahkan, sepanjang sejarahnya, Nigeria pernah ngalamin lebih dari 5 kudeta besar. Yang paling terkenal terjadi tahun 1983. Saat itu, presiden yang terpilih secara demokratis, Shehu Shagari, dianggap gagal mengelola negara.

Dengan alasan korupsi dan ketidakstabilan ekonomi, militer yang dipimpin Jenderal Muhammadu Buhari langsung menggulingkan Shagari. Kudeta ini terjadi tanpa banyak perlawanan, dan Buhari pun langsung jadi kepala negara. Ironisnya, bertahun-tahun setelah itu, Buhari kembali jadi presiden lewat jalur demokrasi. Tapi kisah kudeta militer Nigeria jadi bukti betapa rawannya kekuasaan di negara yang belum stabil demokrasinya.

Kenapa Kudeta Militer Masih Terjadi?

Pertanyaan pentingnya sekarang: kenapa sih kudeta militer masih terus terjadi sampai zaman sekarang? Bukannya kita udah hidup di era demokrasi?

Jawabannya gak sesederhana itu. Banyak faktor yang bikin kudeta masih relevan di beberapa negara, kayak:

  • Pemerintahan yang korup atau gak kompeten
  • Ketidakpuasan rakyat terhadap pemimpin
  • Kesenjangan sosial dan ekonomi
  • Militer yang terlalu kuat dan ikut campur urusan sipil
  • Dukungan dari pihak luar (negara lain, bisnis besar)

Selama kondisi-kondisi itu masih ada, kemungkinan kudeta militer juga tetap eksis. Bahkan, di beberapa negara, militer udah dianggap “pemain utama” dalam politik. Mereka bisa tiba-tiba ambil alih kalau ngerasa negara dalam bahaya—walaupun bahaya itu kadang dibesar-besarkan buat pembenaran.

Kudeta Militer dan Dampaknya

Jangan anggap enteng efek dari kudeta militer. Meskipun kadang berhasil stabilin negara dalam jangka pendek, dampaknya jangka panjang bisa buruk banget:

  • Hak asasi manusia dilanggar
  • Media dibungkam
  • Rakyat hidup dalam ketakutan
  • Pemilu ditunda atau dihapuskan
  • Ekonomi jadi gak stabil karena investor takut

Negara-negara yang pernah ngalamin kudeta sering butuh waktu lama buat pulih. Bahkan, beberapa gak pernah benar-benar pulih secara politik dan sosial.

Penutup

Kudeta militer bukan cuma cerita di buku sejarah. Ini kejadian nyata yang masih terus terjadi sampai sekarang. Dari Myanmar sampai Mesir, dari Chile sampai Nigeria, semua punya kisah kelam soal bagaimana kekuasaan bisa diambil paksa dengan senjata. Meski kadang dilakukan dengan alasan “menyelamatkan negara”, faktanya banyak rakyat yang justru jadi korban.

Buat kita yang hidup di negara demokrasi, penting banget buat belajar dari sejarah ini. Supaya kita ngerti bahwa demokrasi itu bukan hadiah—tapi sesuatu yang harus terus dijaga dan diperjuangkan.

journaldelavoix Avatar

Robert Dans

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.